Mbakmu

Setidaknya di meja itu,
taplaknya cantik terbuat kain serupa flannel.
Oleh-oleh Mbakmu dari luar negeri.
Waktu dulu jadi simpanan bupati.
Jadi, tamu akan tetap bertamu.
Kita jua tak perlu malu menjamu.
Meski tidak ada kudapan di meja,
juga tuangan sirup ke gelas-gelas kaca,
buat tamu wartawan yang kehausan.

Kita tetap tidak perlu malu menjamu tamu-tamu yang ingin bertamu.
Mereka hanya ingin dengar cerita ibu.
Ibu sudah ingatkan berapa kali.
Tapi sudah keluar kuping kanan sebelum masuk kuping kiri.
Jangan tergoda kilau lelaki dengan jabatan.
Itu jebakan.

Sekarang apa yang harus dilakukan ya ibu tak tahu.
Apalagi kalau tamu bertanya di mana Mbakmu yang cantik sekarang berada.
Mari kita suguhkan di meja setoples geming.
Untuk sama-sama dinikmati dalam hening.

Subang, 19 Januari 17

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s