Mbakmu

Setidaknya di meja itu,
taplaknya cantik terbuat kain serupa flannel.
Oleh-oleh Mbakmu dari luar negeri.
Waktu dulu jadi simpanan bupati.
Jadi, tamu akan tetap bertamu.
Kita jua tak perlu malu menjamu.
Meski tidak ada kudapan di meja,
juga tuangan sirup ke gelas-gelas kaca,
buat tamu wartawan yang kehausan.

Kita tetap tidak perlu malu menjamu tamu-tamu yang ingin bertamu.
Mereka hanya ingin dengar cerita ibu.
Ibu sudah ingatkan berapa kali.
Tapi sudah keluar kuping kanan sebelum masuk kuping kiri.
Jangan tergoda kilau lelaki dengan jabatan.
Itu jebakan.

Sekarang apa yang harus dilakukan ya ibu tak tahu.
Apalagi kalau tamu bertanya di mana Mbakmu yang cantik sekarang berada.
Mari kita suguhkan di meja setoples geming.
Untuk sama-sama dinikmati dalam hening.

Subang, 19 Januari 17

Advertisements

Berkat Kopi

Bagaimana cara hidup dalam kematian?

Minumlah secangkir kopi

Panas atau dingin, dari warung tegal atau kafe-kafe mahal

Bukan soal

 

Setelahnya,

Letupkan isi kepalamu ke dalam sebuah puisi

Umumkan, jangan hanya disimpan di bawah bantal

Isinya berbobot atau cuma bual

Bukan soal

 

Pada akhirnya kopi membuatmu menemukan Rendra dalam dirimu sendiri

Atau selebur jasad Chairil Anwar yang mati muda namun Aku-nya abadi

 

Bandung, 17 Januari 17