100 Episode Bersama Keval – 8

Kali ini, aku capek muji-muji Keval terus. Menurutku, ini udah lebih dari cukup. Berkali-kali aku yakinin diri sendiri. Dia enggak ada spesial-spesialnya. Spesial sih, tapi itu dulu. Sekarang dia bisa datang sesuka hati, pergi sepengennya ngelangkah kaki, atau juga mungkin diem sejenak sambil bilang “kebawa suasana”. Itu artinya dia minta dimutilasi.

Berkali-kali aku pencet pilihan open sama close galeri HP. Begitu dibuka, duh, koleksi foto Keval dari selfie waktu pacaran, foto diem-diem, sampe hasil screenshoot foto-foto di akun instagramnya ngejajar rapih. Terus harus aku apain foto-foto ini? Bawa ke dukun, dipelet, biar dia balik lagi? Continue reading

Advertisements

100 Episode Bersama Keval – Season Ramadhan

Hai, Keval. Aku enggak akan tanya gimana kabarnya kamu, karena orang kayak kamu pasti bisa nyulap keadaan seburuk apapun. So, jawabannya bakalan baik-baik aja, kan? Keval, waktu di mana aku nulis semua ini, bulan Ramadhan udah di minggu-minggu terakhir. Itu artinya sebentar lagi lebaran. Momen di mana bakal banyak orang yang modus ngirim ucapan selamat hari raya ke kamu, termasuk aku. Continue reading