100 Episode Bersama Keval – 3

Sedikit flashback ke masa-masa awal jadian. Kejadian itu bikin aku merasa entah, deh. Entah harus seneng, entah harus seneng banget. Pokoknya dor!

Jadi singkatnya, 21 Mei tahun lalu itu aku ulang tahun yang ke 17. Aku masih masuk aliran romansa FTV yang mikir kalau sweet seventeenth itu kudu jadi ulang tahun paling terindah seumur hidup. Waktu itu Keval dingin aja, aku sih kepedean kalau itu strategi pura-pura lupa. Sok sok enggak inget kan kayaknya udah cukup mainstream buat bikin kejutan ulang tahun. Aku sempet kecewa sih. Keval yang biasanya susah ditebak kok mendadak terprediksi gitu.

Waktu itu aku lagi siap-siap buat pulang di depan kelas sama Dinda dan kawan-kawan yang selanjutnya akan kupanggil Geng Cantik. Keval tiba-tiba muncul, bawa kotak kado, dan itu makin bikin aku kegeeran. Tapi dalem hati aku mikir juga, ini kan masih siang, masa pura-pura lupanya udah selesai gitu?

 Waktu Keval dateng, anak-anak yang ada di sana langsung refleks mendekat. Keval emang paling jagoan buat mengalihkan perhatian dunia. “Nih buat kamu, selamat ulang tahun, ya!” Katanya waktu itu dengan ekspresi muka yang datar. Semua orang langsung teriak Buka! Buka! Buka! Aku minta persetujuan Keval dulu, dan dia ngangguk tanda boleh dibuka saat itu juga.

Daaaaan…. Ini baru Keval!

Waktu dibuka, semuanya kaget. Kotak kado yang bungkusnya cantik banget itu aku buka pelan-pelan dan ternyata isinya sebungkus batagor! Aku cuma bisa cengo. Keval terus ketawa-ketiwi sendiri. Geng Cantik udah siap buat introgasi karena baru kali ini mereka liat kado ulang tahun macam beginian.

Kenapa? Aku mau ajak kamu jalan-jalan, tapi syaratnya kamu enggak boleh kelaperan. Jadi aku kasih amunisi dulu. Kadonya nyusul ya, masih di online shop”, katanya sambil tetep cengar-cengir. Aku enggak marah. Aku seneng! Ternyata tetep aja nebak dia tuh enggak gampang.

Aku kira kamu enggak inget”, jawabku terharu.

Aku pake alarm pengingat tiap lima menit sekali, lima menit sekali hape aku ada getarnya, pesan alarmnya cepet-cepet beli batagor. Itu batagor aku yang racik sendiri ya”. Aku makin dibuat senyam-senyum. Geng Cantik masih berdiri dengan posisi tangan disilang di dada. Aku yakin sih dalam hati mereka juga penasaran tingkah apa lagi yang akan Keval lakuin. “Val, kenapa batagor doang?”, tanya Tari.

Soalnya tukang dagangnya enggak dijual. Hehehe”. Ah, Keval!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s