PLAYBOY TINGKAT DEWA

Tulisan ini sebenernya ditulis waktu aku SMP tapi karena satu dan lain hal dan ribuan kali revisi, mungkin baru bisa dipublish. Ini intronya dulu aja ya. Let’s check this out!

 

Kalau kios bakso Uncle Toyib selalu ramai dikunjungi, itu bukanlah keajaiban dunia. Pasalnya, anak-anak SMA Nusa memang paling betah nongkrong di sana. Kios Uncle Toyib memang tempat yang paling mengerti siswa. Selain ada paket yang berjodoh dengan kantong anak sekolahan, tempatnya juga cukup romantis untuk siswa yang pacaran. Siswa yang jomblo dan bakso holic pun tidak diharamkan datang ke sana.

Ada dua peringatan bagi penggemar bakso Uncle Toyib yang tidak bertempat tinggal di daerah sana. Pertama, jangan heran jika setiap datang akan melihat segerombol anak berseragam putih abu-abu. Kedua, jangan heran jika setiap datang akan melihat segerombol anak berseragam putih abu-abu yang itu-itu saja.

Di antara anak-anak itu, salah satunya merupakan pelanggan favorit Uncle Toyib. Joshua namanya, biasa dipanggil Ojos. Meski badannya sebelas-dua belas dengan tiang listrik, namun ia bisa memesan dua mangkuk penuh bakso untuk perutnya sendiri. Belum lagi jika ia dan teman-temannya nongkrong di sana dalam waktu lama, semangkuk bakso bisa menghampirinya setengah jam sekali. Maka dari itu, jika Uncle Toyib hendak mengiklankan baksonya, sepertinya Ojos cocok untuk dijadikan model.

Banyak pertanyaan lahir dari fenomena ini. Mengapa Ojos tidak kunjung gendut meski rajin makan bakso? Mengapa Ojos tetap tampak paling kurang gizi di antara teman-temannya yang lain? Ada dua dugaan. Pertama, Ojos tidak suka makan nasi sejak kecil. Kedua, semua manusia seringkali dikalahkan secara telak oleh takdir. Mungkin Ojos tidak ditakdirkan berbadan gempal seperti Giant.

Dalam setiap cerita memang akan selalu ada tokoh berbadan gendut seperti Giant, tapi dalam cerita ini ia bukanlah anak SD yang jika menyanyi suaranya terdengar seperti petir menyambar-nyambar dan cocok dijadikan backsound adegan kutukan Malin Kundang. Giant yang satu ini bernama asli Jimmy. Mungkin nama ini memang terlalu unyu untuk dianugerahkan kepadanya, namun jika tidak percaya silahkan cek akta kelahirannya.

Meski wajahnya memang seram layaknya tokoh yang kita kenal di film kartun itu, sesungguhnya Giant ini memiliki hati yang lebih bersinar dibanding teman laki-lakinya yang lain. Dia yang paling bisa di andalkan walaupun bukan yang paling pintar.

Cowok yang dinobatkan sebagai yang paling punya otak adalah sebut saja Koko. Selain itu, ia juga yang paling kaya karena orangtuanya punya toko perhiasan super besar. Dibandingkan dengan sahabat-sahabatnya, Koko memang terlihat paling dicintai guru-guru di sekolah. Ia sering ikut olimpiade dan memeroleh medali. Ia membuktikan kepada dunia bahwa teman-temannya yang hobi remedial pelajaran di sekolah tidak lantas menurunkan tingkat intelektualitasnya.

Sayang sekali, kepintaran Koko tidak berimbas apapun pada teman-temannya. Ojos tetap mengoleksi kertas ulangan bernilai jeblok. Sebenarnya, Koko juga sudah berusaha mati-matian untuk menularkan ilmunya, tapi ia sendiri mengerti bahwa kemampuan akademik memang tidak bisa disama-ratakan. Ada kemampuan lain yang bisa dikembangkan oleh teman-temannya kalau memang matematika, fisika, dan ilmu bumi bukan kesukaan mereka. Toh ia juga sadar ada hal yang tak bisa ia lakukan sedangkan temannya yang lain dapat dijadikan pakar. Termasuk dalam hal menaklukan wanita. Boy jagonya.

Nama aslinya Budiman, tenarnya disebut Boy. Ia selalu mengaku sebagai pemuda kharismatik yang ditakdirkan lahir membawa penyakit ganteng kronis sejak dalam kandungan. Tidak ada yang bisa mengelak, parasnya memang terlihat paling mendingan dibanding tiga cowok yang telah disebutkan sebelumnya.

Kadang-kadang Boy minder dengan namanya yang terkesan lokal banget di zaman kekinian ini. Meski begitu ia selalu berpikir positif karena yakin ini adalah nama terbaik yang diberikan oleh orangtuanya. Ia akan selalu jadi anak yang berbudi luhur. Amin. Lagipula nama Budiman adalah pilihan yang tepat dibanding Budiwoman. Siapa tahu kelak ia juga bisa disandingkan dengan superhero dunia. Superman, Spiderman, Batman, Ironman, kemudian Budiman.

Mungkin ini terkesan terlalu didramatisir, namun ini adalah satu fakta tentang Boy. Catatan penting: ia bisa mendapatkan apapun yang diinginkan dengan memanfaatkan kegantengannya. Terutama dalam urusan mendapatkan cinta. Mendapatkan wanita. Ya, pacar Boy tidak hanya satu. Mungkin jika pacar-pacarnya saling mengetahui dan akur, mereka bisa membentuk sebuah paguyuban.

Semua cewek akan tertarik untuk dekat-dekat dengan Boy. Selain punya fisik yang dapat dikatakan enak dipandang, ia juga punya pembawaan yang tenang. Ia tenang-tenang saja kalau ketahuan selingkuh dan pacarnya memutuskan hubungan. Prinsip hidupnya, mati satu tumbuh seribu, namun ia tidak pernah menjunjung tinggi slogan ‘masih banyak ikan di laut’ karena ia tidak mau berpacaran dengan ikan.

Boy memang karismatik dan enak untuk diajak ngobrol. Ia juga setia kawan meski kesetiaan terhadap cinta jelas diragukan kredibililitasnya. Selain itu ia juga baik hati, tidak sombong, dan rajin menyikat gigi dua kali sehari sesudah makan dan sebelum tidur.

Ternyata meski gampang untuk gonta-ganti pacar, Boy punya track record yang kelam gara-gara satu cewek bernama Dea. Dea adalah satu-satunya cewek yang pernah menolak Boy untuk jadi pacarnya. Penolakan dari satu orang saja jelas mencoreng prestasi aneh Boy sebagai playboy tingkat dewa.

Dea itu cantik, fashionable, unyu, cerdas, dan serasi sebenarnya untuk dibawa Boy ke kondangan. Sayangnya, Boy memang terlalu nekat untuk nembak dia. Jelas, Dea itu sahabatnya sejak kecil, teman seperjuangan dalam menempuh pendidikan sejak SD, dan dia juga penasihat pribadi soal keplayboyannya. Beruntung Ojos, Giant, dan Koko tidak tahu soal ‘tembak-menembak’ ini. Mereka bisa ngakak habis-habisan.

“Tega, Boy! Sahabat sendiri udah cantik-cantik kayak gini mau dijadiin pemaen cadangan?” ujar Dea waktu itu. Ditolaklah Boy untuk pertama kalinya. Pasca ditolak, Boy muter lagu pupus seharian. Kemudian kesedihannya pupus juga seiring berjalannya waktu, dia sadar pacar-pacarnya yang lain membutuhkan kasih sayang dan perhatian.***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s