100 Episode Bersama Keval – 1

Dag dig dug der!

Itu perasaan yang muncul tiap kali cowok itu lewat di depan kelas. Namanya Keval, anak 12 IPA 3. Senyumnya manis  walaupun wajahnya enggak ganteng-ganteng amat. Dia paling suka makan batagor kuah di kantin. Pernah bilang enggak mau jadi presiden karena enggak terima fotonya dipampang dimana-mana, takut ada yang melet. Keval, dia adalah orang yang paling sering aku kangenin akhir-akhir ini.

Kamu tahu enggak gimana rasanya kangen mantan? Buat aku, rasanya tuh persis kayak nahan pipis di depan banyak orang dan enggak ada toilet sama sekali. Kalau mau lega ya harus dikeluarin, tapi resikonya malu. Nah, itu adalah bagian paling enggak enak yang harus aku alami sejak jadi mantannya Keval.

   Detik-detik sebelum jadi mantannya Keval, dia pernah bilang gini “Walaupun udah bukan pacar aku lagi, kalau ada apa-apa wajib bilang sama aku. Kalau butuh apapun cepet hubungin aku”. Aku balik nanya, lupa redaksi katanya gimana, yang jelas aku pengen tahu kenapa aku dan Keval mesti putus kalau apa-apa mesti tetep hubungi dia.

“Tak ada yang abadi kecuali Allah”, katanya sambil nyengir.

BERSAMBUNG…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s