Menggapai Mimpi Butuh Musuh

Apa yang ada di benak kamu ketika mendengar kata musuh? Masalah? Berantem? Hmm… Mungkin sebagian besar dari kita akan langsung mempersepsikan kata musuh yang didengar dengan sesuatu yang negatif. Bisa jadi, karena biasanya kata musuh digunakan untuk orang yang keberadaannya cukup mengancam dan membuat kita tidak nyaman. Tapi apakah kamu tahu kalau sebenarnya untuk mewujudkan mimpi kita juga butuh musuh?

Sebelum kita bahas lebih lanjut, kira-kira yang dimaksud musuh dalam menggapai mimpi itu apa ya? Apakah mantannya pacar? Pacarnya mantan? Dia yang membuat kita bertepuk sebelah tangan? Duh…. Overdosis tayangan FTV nih jadi cinta-cintaan melulu. Musuh yang menjegal langkah kita menggapai cita-cita kita kayaknya enggak se-melankolis itu juga, kan?

Melirik ke KBBI, yang dimaksud musuh adalah lawan berkelahi, bertengkar, dan sebagainya. Intinya, musuh adalah lawan. Lalu apa dong yang dimaksud musuh dalam menggapai mimpi? Saingan? Bisa jadi. Sebenarnya, diri kalian yang lebih tahu sesuatu yang bisa menghalangi jalan menuju puncak itu. Mimpi setiap orang itu punya banyak versi disertai strategi terhadap tantangan dan rintangan untuk mewujudkannya. Tantangan dan rintangan itulah yang seringkali merepresentasikan musuh kita. Oleh karena itu, untuk memacu semangat agar lebih giat meraih angan-angan, kenali musuhmu dari sekarang!

Bukankah mencari musuh itu hal yang buruk ya? Eits, jangan berpikiran negatif dulu! Perlu diperhatikan kalau yang disebut musuh itu adalah sesuatu dan bukan selalu seseorang. Jadi, bukan berarti kamu harus bermusuhan dengan orang lain untuk mendukung tercapainya visi kamu. Lagipula tulisan ini tidak ingin menggiring kamu untuk memiliki hubungan interpersonal yang buruk. Hanya saja mungkin dengan mengenali lawan yang bisa mematikan langkahmu akan jadi salah satu pendorong untuk maraton mengejar kesuksesan.

Apakah kamu takut mimpimu tidak bisa digapai? Apakah kamu takut mengecewakan orang tua? Apakah kamu takut membuang uang kuliah untuk hasil yang percuma? Apakah kamu takut dicemoohkan orang lain saat kamu gagal? Jika kamu memang merasakannya, maka rasa takut akan kegagalan untuk mencapai mimpimu itulah yang disebut dengan musuh. Anggapan bahwa kamu akan gagal selalu menghantui dan membuatmu kadang tidak optimis. Dialah musuhmu. Kamu harus berusaha untuk mengendalikan ketakutan itu dengan langkah antisipasi, tentunya dengan penguatan rencana dan langkah yang lebih terarah. Mau dibawa ke mana mimpi kamu? Apa kamu akan membiarkan kamu kalah telak dari musuhmu itu?

Musuh membuat orang yang kuat menjadi lebih kuat dalam memperjuangkan mimpinya. Tidak ada orang yang ingin terlihat KO begitu saja di hadapan musuhnya. Tapi sebaliknya, musuh juga bisa melemahkan orang yang lemah. Orang yang lemah adalah yang menggadaikan mimpinya hanya untuk takluk pada musuh tanpa berjuang. Kamu termasuk orang yang mana?***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s