Saya pusing mengamati dunia politik di negeri ini yang begitu njelimet. Tapi saya sama sekali tidak kepikiran untuk tidak memikirkankannya. Apalagi ini sedang musimnya.

Toh ini menentukan nasib bangsa ke depannya, sekurang-kurangnya nasib saya sebagai bagian kecilnya juga.

Pemilihan RI-1 sudah tinggal hitungan minggu lagi. Tapi urusan sudah menentukan keputusan mantap mau memilih siapa, ah rasanya belum. Mumet jika harus menentukan dalam waktu cepat hanya dengan mengandalkan pemaparan media tanpa berpikir kritis. Jika ada yang mengagungkan satu tokoh kemudian kita langsung berinsting mendukung atau ada yang menjelekkan tokoh itu kita kemudian menjadi pihak kontra, memilih tanpa dibarengi analisis yang jelas itu sih namanya bukan menentukan, melainkan terbawa arus.

Dosen saya selalu mengatakan, dalam melihat sesuatu hendaknya tiliklah dari berbagai sisi. Jika perlu, cobalah berdiri di atas ranah abu-abu agar kita tidak terseret pada gelombang pendukung pada tokoh tertentu. Apalagi saat ini kita perlu sangat skeptis dengan apa yang muncul di permukaan media. Orang bisa dengan mudah menulis apa saja. Memuji, mencaci, promosi, bahkan mungkin kejamnya memfitnah capres tertentu yang dikehendaki. Ada penulis lepas yang bebas mengeluarkan aspirasi, ada juga yang ditunggangi. Ah, tulisan di media massa selalu menjadi kompor bagi kita, yang jika tidak cermat menelaah, pilihan kita bisa jadi bumerang bagi kita sendiri.

Saya memang sudah sempat jatuh hati pada salah satu calon yang saya anggap paling mumpuni. Namun bukan berarti itu harus membutakan saya pada tokoh yang satunya lagi. Saya pikir masih banyak waktu untuk mempertimbangkan sebelum pada akhirnya finalisasi di tempat pencoblosan. Saya berusaha melihat dulu dari A-Z, mana yang kapabilitasnya diperlukan untuk jadi orang pertama di tanah air untuk 5 tahun ke depan. Toh kedua bakal capres yaitu pak Jokowi dan pak Prabowo bukan tokoh sembarangan yang asal dipungut untuk bisa jadi pemimpin. Mereka punya track record masing-masing yang bisa jadi acuan ke mana amanat kita akan berlabuh.

Ya, track record itu penting. Kita tidak mengenal kedua tokoh tersebut secara personal. Meski dirasa mampu menilai dari apa yang ditampilkan media tetap saja judulnya ‘sok kenal’. Maka dari itu tidak mungkin kita hanya mengandalkan tampilan kepribadian yang sifatnya sekilas karna hanya dilihat pada saat masa kampanye. Selami prestasi yang telah diraih keduanya dalam kepemimpinannya. Gagal dan suksesnya seseorang di masa lalu utamanya dalam memimpin pasti berdampak juga bagi cara ia memimpin di masa yang akan datang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s