Menampar Angin

Angin membelai rambutku mesra. Dengan napas memburu mengecupku, menggoda. Angin sampaikan kata cinta, yang dirindukan gendang telinga. Tapi angin hanyalah angin, bukan seseorang yang dipuja

Satu dua tiga memori
Berlompatan kesana kemari


Kenangan menghentak
Logika berontak
Angin hanyalah angin, anginku
Seseorang yang dipuja diterbangkan angin yang lain

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s