Surat Untuk Mantan

Bandung ketika hujan, -tanggal dan bulan jadian kita- 2014

Cinta mencintai cinta yang mencintai cinta yang lain

Cinta itu kadang datang dari orang yang tidak seharusnya mencintai

ke orang yang seharusnya tidak dicintai

Dari mereka yang ingin memiliki

pada mereka  yang sudah dimiliki

Dari dia yang masih mengingat

pada dia yang sudah melupakan

Dari aku yang ingin memulai kembali

pada kamu yang sudah memulai dengan yang lain

Cinta itu………

Cinta itu tetap sama, dari dulu sampai sekarang

Cinta itu berharap

 

Sampai saat ini, aku belum tahu apa itu cinta

karena ketika kemarin kau bilang cinta padaku, kemudian kamu menghilang

Mungkin cinta adalah kehilangan

Sampai saat ini, aku masih belum bisa menerjemaahkan cinta

karena ketika kurasa kita saling mencinta, kamu lantas menjauh

dan aku terpaksa melepaskan

Mungkin cinta adalah jarak

Sampai saat ini, sulit menemukan arti dari cinta

karena saat kita bersama, kamu sering bilang cinta padaku

kemudian tiba-tiba aku dapat berita

kamu sudah bersama dia

Mungkin cinta adalah bagaimana menemukan orang yang baru

Yang kutahu, cinta adalah harap

Aku masih cinta

Aku masih berharap

Yang kutahu, cinta adalah memiliki

Aku mengutuk siapapun yang bilang bahwa cinta tak harus memiliki

Cinta tetap harus memiliki

Harus pernah memiliki

Meski belum tentu memiliki lagi

 

Sulit melupakan kamu

Kamu yang sudah bersama dia

Dia yang lebih dari aku

Aku

Aku

Aku yang masih menitipkan harapan di pundakmu

 

Seorang gadis dengan genangan air di pelupuk mata menatap bait-bait puisi yang baru saja ditulisnya. Selama ini, ada rasa sesak yang mengganjal di ruang hatinya yang kosong. Rasa sesak yang hanya bisa diutarakan dalam bentuk kata-kata.  Kata-kata yang jika diucapkan hanya akan membakar tenggorokannya sendiri.

Sudah pasti tidak ada yang mau dengar. Teman-temannya sudah lelah menasihati, bahwa ia seharusnya sudah pergi dan mencari pengganti. Tapi bayang-bayang tokoh dalam puisi tidak pernah lelah menghantui.

Tokoh utama dalam tulisan ini adalah kamu. Penulisnya, sang gadis adalah aku. Cerita yang ditulis adalah kita. Tapi mungkinkah untaian kata-kata ini akan kau cerna?

Dear, ini hanya surat sederhana. Alangkah baiknya jika kau menganggap ini hanya sebuah karya sastra biasa. Toh jika kamu bisa membaca perasaan yang terselubung di dalamnya, belum tentu kamu akan kembali.

 

tulisan ini diikutsertakan untuk lomba #suratuntukruth novel bernard batubara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s