Signs: Chapter 1- Hilangnya Marry Part 3

download            “Tiga setengah dollar.” Ujar seorang wanita penjaga mesin kasir di pemandian umum itu. Marry tak ingat sudah berapa lama ia berdiam diri di dalam. Ia segera morogoh kantongnya dan terkejut saat tak menemukan selembar pun uang yang ada di dalamnya, padahal ia yakin betul sebelum meninggalkan rumah, beberapa lembaran dollar telah dikantonginya. Marry menggeledah semua isi tasnya. Ia benar-benar tak menemukan uangnya.

“Maaf Nona, tiga setengah dollar.” ujar Kasir itu mengulangi.

Seorang pria berambut gelap memerhatikan Marry dengan tatapan tajam dari belakang. Usianya terlihat tidak begitu jauh dari Marry. Jika Marry melihatnya, ia pasti akan segera jatuh cinta pada pandangan pertama karena wajah pria itu seperti selebriti papan atas Hollywood.

Marry masih memasang wajah cemasnya karena belum berhasil menemukan uang sedangkan petugas kasir sudah kesal untuk menunggu. “Maaf, bisa Kau layani yang lain terlebih dulu? Aku lupa di mana menaruh uangku. Mungkin dompetku tertinggal di dalam.” Ujar Marry bingung. Sang kasir hanya mengernyitkan keningnya. “Pastikan Anda selalu membawa uang ke manapun pergi.” Ujar wanita itu sambil menatapnya tidak ramah. Marry hanya bisa tertunduk malu.

Pria bermata merah kehitaman yang memerhatikan Marry sejak tadi lalu melangkah mendekat ke meja kasir. Sang wanita kasir terpana dan tidak berkutik saat pria itu melayangkan senyuman angkuhnya. Namun pandangan pria itu masih belum terlepas dari sosok Marry. Ia berdiri mematung sejenak, lalu membisikkan beberapa kata ke telinga sang kasir sambil menyerahkan setumpuk lembaran dollar.

“Ambil saja kembaliannya.” Ujar pria itu sambil berlalu, keluar mendahului Marry. Marry masih terus berusaha keras mencari uang yang dibutuhkannya. Ia yakin betul tidak lupa membawanya juga tidak menjatuhkannya.

“Masih menunggu sesuatu?” Tanya kasir itu melembut kembali. “Pacarmu sudah membayar semuanya dan ia menunggumu di luar. Aku benar-benar minta maaf, dan sampaikan salamku untuk pacarmu yang supertampan itu, Nona.” Lanjutnya kembali sambil tersenyum-senyum sendirian.

Pengunjung lain memandangi sang kasir dengan tatapan mengerikan dan aneh. Marry hanya melongo tak mengerti.

“Pacar?”  Marry membiarkan mulutnya menganga karena kebingungan. Sang kasir hanya mengangguk dan kembali melayani pengunjung yang lain meski nampak salah tingkah.

Pacar? Marry tidak punya pacar. Meski belum lama ia putus dengan Nick, ia yakin betul bahwa saat ini ia belum menerima cinta satu pun cowok keren di sekolah yang mendekatinya. Marry mengingat-ingat sesuatu. Ia lalu sadar bahwa saat mencari-cari uangnya tadi, seorang pria mendekati kasir dan sempat menubruknya dari belakang saat hendak keluar, namun ia tidak tahu jika laki-laki itu membayar semua bebannya. Mungkin dialah yang si kasir anggap sebagai pacarnya.

Marry melihat ke luar, matanya menerawang lewat pintu kaca yang transparan dan menemukan sosok laki-laki muda mengenakan hoodie berwarna hitam juga terlihat sedang memandanginya.

Pasti pria itu yang dimaksud si kasir, pikirnya. “Thanks.” Ujarnya pada kasir sambil setengah berlari, berniat menyusul pria yang dengan begitu cepat sudah tak ada lagi di tempatnya semula.

Marry mendorong gagang pintu kaca dan segera membuncah, mencari sosok laki-laki misterius itu. Laki-laki yang rela membayar bebannya dan pergi begitu saja. Setidaknya Marry hanya ingin berterimakasih dan mungkin sedikit mengenalnya. Ia  bertanya-tanya sendiri, mengapa pria baik hati itu harus menghilang?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s