Perjalanan

Kita adalah anak kecil yang berlarian
Mengejar fajar, menata siang, dan mengecup bintang-bintang malam

Lalu kita menjadi tua renta yang ketinggalan senja
Memaksa matahari terbenam
Lalu padam

Kita adalah rindu yang habis dimakan waktu,
dan tidak menyisakan apa-apa

Bandung, 5 September ’16

Menunggu

Aku mengutuk pagi

Untuk salam yang tak kunjung disampaikan pada malam hari

Tentang bunga-bungaan dalam tidur yang menciptakan gilaku sendiri

Aku mencintaimu diiringi detak jarum jam

Dari fajar ke senja, senja ke fajar

Tolong jangan beritahu aku

Bahwa yang kulakukan hanya buang-buang waktu

Bandung, 14 Maret 2017

Saksi Pengkhianatan

Hanafi terkekeh. Tertawa keenakan. ‘Dasar laki-laki kurang aj*r! Bi*dab!’. Inginku mengumpat-umpat dan melempar gelas kaca ke kepalanya hingga pecah keduanya. Dia masih saja tertawa-tawa. Bokong seorang wanita menindih dan semakin menekanku. Percayalah, wanita itu ada di tempat yang sangat haram baginya. Ingin sekali kusulap tubuhku yang empuk jadi keras dan berduri.

            Ini sudah berlangsung selama lebih dari tiga minggu sejak pertemuan itu. Pertemuan Hanafi bersama wanita bernama Dian Dinda. Wanita itu memang berparas seperti kembang yang sedang mekar cantik-cantiknya. Hanafi tidak pernah bisa berhenti memikirkannya. Semakin hari semakin tak bisa menerima kenyataan bahwa sayang sekali Dian Dinda bukan istrinya. Continue reading

Rahasia Kecantikan Wanita

Hujan adalah rahasia kecantikan para wanita. Hujan memanggil memori indah, membuat wanita tersenyum. Senyum adalah yang paling alami untuk disebut riasan. Wanita menjadi cantik karenanya.

Hujan membantu mengalirkan air mata pada wanita yang terluka. Dengan rasa sakit yang maha dahsyat  oleh-oleh dari kekasihnya. Ia menangis. Tangis mengisyarakatkan cinta yang sebenar-benarnya. Cinta yang tulus. Wanita yang terlihat mampu mencintai dengan tulus adalah wanita paling cantik bagi yang mencintainya.

Hujan adalah rahasia kecantikan para wanita

Ia membuat bedak luntur dan polesan gincu jadi tak merata

Hujan adalah rahasia yang membuat wanita cantik dengan utuh,

tanpa menghiraukan standar yang ada

Bandung, 22 Januari 2017

Sang Penyair

Aku sastrawan kelas rendahan

Tiap hari ngemis-ngemis minta hati

Tiap malam dicabik angin sampai mati

Tapi hidup lagi hidup lagi

 

Aku penyair bergelar pecundang

Menangis tiap diguyur hujan

Tapi tak henti mengagungkan kata-katanya sendiri

yang lancang disebutnya sebagai puisi

 

Aku naik ke podium

Kubacakan sajak ini keras-keras

Sampai putus pita suaraku

Sampai robek gendang telingamu

 

Akulah sang penyair

yang karyanya dipajang di koran-koran

yang sosoknya diceritakan di buku Bahasa Indonesia anak sekolahan

bertahun-tahun ke depan

 

Akulah sang penyair

yang durhaka pada sajaknya sendiri

yang menyumpahi untuk berhenti berpuisi sampai kau memberi hati

 

Karyaku sudah berjuta, tapi kau tak kunjung cinta

Aku memang seringkali lupa

Wanita tak cukup dibeli dengan kata-kata

 

Bandung , 22 Januari 2017