Perjalanan

Kita adalah anak kecil yang berlarian
Mengejar fajar, menata siang, dan mengecup bintang-bintang malam

Lalu kita menjadi tua renta yang ketinggalan senja
Memaksa matahari terbenam
Lalu padam

Kita adalah rindu yang habis dimakan waktu,
dan tidak menyisakan apa-apa

Bandung, 5 September ’16

Advertisements

Dialog Tanpa Dialog

Seorang perempuan menatap segelas kopi

yang penuh terisi

lalu ia menangis

tanpa basa-basi

 

Di meja yang sama

Seorang lelaki dengan pikiran acak-acakan

ingin tapi enggan

dingin tapi segan

meminum segelas kopi yang penuh terisi

di hadapan wanita yang telah ia sakiti

Jalan Cemara, 17 Januari 2018

Pluk!

Pluk!

Kau lempar otakmu ke dalam mesin cuci

Biar bisa bedakan mana yang perlu dicinta, mana yang perlu dicaci

Ya memang, habis selama ini kamu bodoh!

Memilih lelaki saja ceroboh!

Pluk!

Hatimu ikut menerjunkan diri

Iya, iya! Tepat sekali

Kalau sudah bersih otak,  hati suka ikut sendiri

Bandung  yang sedang hangat-hangatnya, 9 Sept 27

 

Menunggu

Aku mengutuk pagi

Untuk salam yang tak kunjung disampaikan pada malam hari

Tentang bunga-bungaan dalam tidur yang menciptakan gilaku sendiri

Aku mencintaimu diiringi detak jarum jam

Dari fajar ke senja, senja ke fajar

Tolong jangan beritahu aku

Bahwa yang kulakukan hanya buang-buang waktu

Bandung, 14 Maret 2017

Saksi Pengkhianatan

Hanafi terkekeh. Tertawa keenakan. ‘Dasar laki-laki kurang aj*r! Bi*dab!’. Inginku mengumpat-umpat dan melempar gelas kaca ke kepalanya hingga pecah keduanya. Dia masih saja tertawa-tawa. Bokong seorang wanita menindih dan semakin menekanku. Percayalah, wanita itu ada di tempat yang sangat haram baginya. Ingin sekali kusulap tubuhku yang empuk jadi keras dan berduri.

            Ini sudah berlangsung selama lebih dari tiga minggu sejak pertemuan itu. Pertemuan Hanafi bersama wanita bernama Dian Dinda. Wanita itu memang berparas seperti kembang yang sedang mekar cantik-cantiknya. Hanafi tidak pernah bisa berhenti memikirkannya. Semakin hari semakin tak bisa menerima kenyataan bahwa sayang sekali Dian Dinda bukan istrinya. Continue reading